Pengertian-Tulang-Pengumpil

Apr 17, 2021 Pendidikan

Pengertian Tulang Pengumpil, Fungsi, Bagian & Karakteristik

Pahami pengumpulan tulang

Pengertian-Tulang-Pengumpil

Ini adalah tulang batang, kedua ujungnya lebih pendek dari tulang ulnaris, yang terletak di sisi lateral lengan bawah. Tulang pemetik juga dikenal sebagai jari-jari. Jari-jari itu sendiri adalah tulang yang menopang lengan bawah bersama dengan tulang siku.

Tulang petik ini adalah alat bergerak yang berada di atas dan menghubungkan siku dan ibu jari. Tulang pemetik (jari-jari) ini adalah jenis tulang yang membentuk lengan bawah.

Di bagian dalam tulang adalah sumsum tulang. Tulang siku dan tulang pengumpul berbentuk tulang tubular. Panjang dan ujungnya bagus dan ada lubang juga. Otot melekat pada ujung tulang pengumpul, yang fungsinya untuk menggerakkan lengan bawah.

Fungsi pemetik tulang

Berikut ini adalah fungsi dari kolektor, diantaranya sebagai berikut:

  • Sebagai tulang yang tugasnya menggerakkan tubuh bagian atas.
  • Sebagai tulang yang fungsinya menghubungkan antara siku dan juga ibu jari atau ibu jari
  • Sebagai tulang yang tugasnya membentuk lengan bawah
  • Tempat menempelkan otot lengan
  • Sejajar dengan tulang siku
  • Dukungan lengan bawah
  • Menyesuaikan gerakan underhand
  • Berperan dalam menggerakkan jari Anda
  • Kontrol penggerak siku
  • Hubungkan jari ke humerus
  • Penyusun lengan bawah
  • Apakah sumsum tulang belakang
  • Sebagai penunjang penguatan lengan

Berdasarkan fungsinya, tulang pengangkat ini didukung oleh keberadaan tulang siku. Kedua tulang tersebut seukuran tabung dan berukuran panjang dan membesar di ujungnya serta memiliki rongga di bagian tengah tulang yang berbentuk seperti tabung.

Ada sumsum tulang di tengah rongga.

Ujung tulang siku dan tulang ikat pinggang menempel pada otot yang fungsinya untuk menggerakkan lengan bawah yang bergerak naik turun dengan engsel terletak di atas siku. Salah satu tulang siku dan tulang pengangkat otomatis menempel pada tulang di lengan atas. Ujung tulang tuas lainnya ditempelkan pada tulang pergelangan tangan.

Bagian – bagian tulang yang bocor

Tulang ini adalah jaringan ikat yang terdiri dari sel, serat, dan matriks elektroseluler. Matriks tulang merupakan bagian yang terstruktur keras yang berada pada lapisan terluar tulang dan matriks terbentuk karena adanya endapan mineral pada tulang sehingga tulang juga mengalami pengapuran sehingga terbentuklah matriks tulang.

Karena fungsinya, tulang menyediakan fungsi ketika saraf pusat memancarkan rangsangan yang dikenal sebagai potensi aksi. Potensial aksi ini dikirim ke sel saraf motorik, dan kemudian sel saraf motorik melepaskan zat kimia yang disebut asetilkolin, yang mengikat reseptor melalui permukaan otot. Ini mengarah pada reaksi dengan setiap kerja otot.

Di bawah ini adalah beberapa otot yang menempel pada tulang pengumpul, di antaranya sebagai berikut:

  • Otot pronator teres
  • Otot pronator quadratus
  • Otot brachioradialis
  • Otot penculik pollicis longus
  • Otot ekstensor pollicis brevis
  • Otot digitorum fleksor superfisial
  • Otot fleksor pollicis longus
  • Otot bisep brakii
  • Otot supinator

Pada anak usia 4 tahun, pertumbuhan tulang dimulai dari bagian tengah kepala tulang. Pada usia 10 tahun, olekranon tumbuh. Dan pada usia 16 tahun, bagian atas tulang terhubung sepenuhnya ke humerus, dan di bagian bawah muncul pada usia sekitar 20 tahun.

Sifat tulang

Bentuk tulang ini panjang dan seperti tabung, dan pada ujungnya berbentuk rongga yang membesar. Bagian tulang ini terdiri dari sumsum tulang yang berisi darah, pembuluh darah, dan protein. Sumsum tulang ini terdiri dari sumsum tulang merah dan sumsum tulang kuning. Sumsum tulang merah ini adalah pembangun sel darah merah, sementara itu membuat sel darah putih untuk sumsum tulang kuning ini.

Proses kerja mengumpulkan tulang

Ketika saraf pusat mengirimkan apa yang biasa dikenal sebagai “potensial aksi”, potensial aksi dikirim ke sel saraf motorik. dan kemudian sel saraf motorik mengeluarkan unsur kimia yang disebut asetilkolin, setelah itu dihubungkan ke reseptor melalui permukaan otot untuk menghasilkan respons terhadap setiap kerja otot.

Ketika asetilkolin berikatan dengan reseptor, disinilah persentase kontraksi terjadi, yang menyebabkan ion natrium memasuki membran ke dalam sitoplasma, di mana ion kalsium dilepaskan, menyebabkannya berdifusi di serat otot, sehingga mengubah ikatan protein di dalamnya. sel-sel otot dan kemudian Proses. Kontraksi.

Ketika impuls dari saraf pusat berhenti, reaksi kimiawi pada otot juga berhenti, menyebabkan otot menjadi rileks kembali.

Demikian penjelasan pengertian tentang tulang, fungsi, bagian dan sifatnya, semoga apa yang diuraikan tersebut dapat bermanfaat bagi anda.

Sumber :