Terus jadi incaran para hacker, ejekan netizen dan menyebut Indonesia negara open source

Rate this post

Peretas dikatakan telah menyebarkan data anggota BIN di forum peretas terkenal BreachForums, belum lagi penjualan data pribadi warga Indonesia yang dijual.

Seolah akan sangat sulit diakhiri, sistem keamanan Indonesia yang dinilai sangat lemah, langsung menjadi sorotan publik. Beberapa netizen bahkan men-tweet nama baru untuk Indonesia: “negara sumber terbuka.”

Terus jadi incaran para hacker, ejekan netizen dan menyebut Indonesia negara open source

Baca juga

Terus-jadi-incaran-para-hacker,-ejekan-netizen-dan-menyebut-Indonesia-negara-open-source

Update Honkai Impact 3 v6.0 [Arrow of Novae] Rilis 15 September 2022
5 Situs Streaming dan Nonton One Piece Subtitle Indonesia Selain anoBoy
Untuk mengenang Ratu Elizabeth II, ini ternyata menjadi tweet pertamanya dalam bentuk apa pun di Twitter
Hiu penjemur menyeramkan ditemukan, dikira Megalodon

“Selamat datang di negeri open source,” tulis salah satu netizen.

“Sangat bangga dengan Indonesia, sangat mendukung open source untuk membuat semua data warga menjadi open source,” cuit akun lainnya.

“Sudah berakhir, negara ini benar-benar open source,” tulis seorang netizen.

Bocoran data kependudukan KPU yang disebarkan Bjorka [Screenshot/breached.to]

“Kominfo, apakah negara ini open source?” Tweet pengguna internet.

Baru-baru ini broken.to pengguna Strovian mengunggah posting berjudul “Kecerdasan Bodoh”. Unggahan tersebut berisi dokumen yang diduga berisi informasi tentang agen rahasia BIN.
Didukung oleh GliaStudio

Jauh sebelum itu, peretas Bjorka mengancam akan menjual data kependudukan Indonesia yang diperolehnya dari database Komisi Pemilihan Umum (KPU). Catatan 150 juta penduduk ini konon dijual dengan harga US$5.000 atau setara dengan Rp 74,6 juta.

Terbuka tanpa keamanan, apa itu open source?

Disebut negara open source menjadi salah satu topik terpanas karena datanya terus bocor. Apa itu sumber terbuka?
Ilustrasi Peretas. (pexel/pixabay)

Open source yang dilansir dari situs resmi Kominfo merupakan sistem pengembangan yang tidak dikoordinasikan oleh satu orang atau lembaga pusat. Sistem ini biasanya dikelola oleh individu dengan menggunakan kode sumber yang tersedia secara bebas.

Sederhananya, open source adalah pemrograman yang memungkinkan kebutuhan pribadi ditingkatkan, dimodifikasi, dan diteruskan ke perusahaan tanpa mengeluarkan biaya apa pun.

Untuk memainkan sistem sumber terbuka ini, orang-orang ini hanya menggunakan Internet, yang dapat menghubungkan aplikasi dan kode pemrograman yang dirancang khusus.

Menyebutkan Indonesia sebagai negara open source jelas merupakan sindiran yang seolah mengatakan bahwa negara ini tidak memiliki sistem keamanan data pribadi yang memadai dan aman.

Selama ini kasus peretasan data pribadi warga Indonesia menjadi sorotan publik dari pemerintah, khususnya Kominfo. Sayangnya, masih belum ada penanganan serius atas hal ini.

Baca Juga :

https://pdamlebak.co.id