pengertian-industri

Apr 12, 2021 Pendidikan

Pengertian Industri, Manfaat, Klasifikasi dan Contoh

Definisi industri

pengertian-industri

Pengertian industri adalah kegiatan atau proses mengolah bahan baku atau barang setengah jadi sehingga menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual tinggi dan dijual dengan keuntungan. Atau industri ini juga bisa diartikan sebagai proses pengolahan bahan baku atau produk setengah jadi sehingga menjadi barang jadi yang berharga untuk dijual kembali.

Dengan industri yang maju maka suatu negara akan lebih maju dan perekonomiannya akan lebih merata karena pendapatan per kapita akan lebih tinggi dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Saat ini perekonomian negara kita yaitu Indonesia sedang berkembang karena banyaknya sektor industri yang berkembang pesat. Semakin banyak industri, semakin banyak pekerja yang diterima dan pengangguran berkurang.

Manfaat bagi industri

Di bawah ini adalah beberapa manfaat industri yang dapat diraih, diantaranya sebagai berikut:

  • Berkurangnya jumlah pengangguran berarti jumlah pekerjaan akan meningkat.
  • Pendapatan nasional akan meningkat bila produk industri diimpor ke luar negeri.
  • Mengurangi konsumsi produk / barang dalam negeri dari luar negeri.
  • Meningkatkan pengolahan bahan baku yang tersedia menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga memiliki nilai jual.

Pengelompokan atau klasifikasi industri

Di bawah ini adalah klasifikasi atau pengelompokan dengan beberapa dasar, diantaranya sebagai berikut:

A. Berdasarkan bahan bakunya

Berdasarkan letak bahan bakunya maka pengelompokan industri adalah sebagai berikut:

1. Industri bahan baku

Jenis industri ini mengambil bahan baku langsung dari lingkungan alam (biasanya tanpa pengolahan terlebih dahulu) sehingga memiliki nilai jual langsung. seperti perkebunan, perikanan, pertambangan, pertanian dan lain-lain.

2. Industri non ekstraktif

Industri yang memperoleh bahan baku dari lokasi lain atau bahan baku untuk produksinya juga memperoleh produk industri lain. seperti industri tekstil dan kayu lapis.

3. Fasilitasi Industri

Suatu industri dimana produk ditawarkan dalam bentuk jasa yang dijual kepada konsumen untuk membuat konsumen merasa puas. seperti transportasi, ekspedisi, asuransi dan lain-lain.

B. Berdasarkan besarnya modal

Berdasarkan besarnya modal, industri tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:

1. Industri padat modal

Merupakan industri yang dibangun dengan modal yang sangat besar untuk pengembangan dan kegiatan atau kegiatan operasionalnya.

2. Industri padat karya

Ini adalah industri yang berfokus pada sejumlah besar pekerja dalam mengembangkan dan mengoperasikan industri.

C. Berdasarkan modal yang digunakan

Berdasarkan modal yang digunakan, industri tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:

1. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),

Industri yang modalnya berasal dari pengusaha dalam negeri atau pemerintah.

2. Penanaman Modal Asing (PMA)

Sektor dimana modalnya berasal dari penanaman modal asing.

3. Industri dengan modal usaha patungan

Sektor yang modalnya berasal dari campuran modal dari pengusaha dalam dan luar negeri.

D. Industri berdasarkan jumlah karyawan

  • 1. Industri rumah tangga
    Ini adalah industri dengan jumlah karyawan yang sedikit, kira-kira hanya 1 sampai 4 orang.
  • 2. Industri kecil
    Ini adalah industri yang memiliki tenaga kerja antara 5 dan 15 orang.
  • 3. Industri menengah
    Ini adalah industri yang memiliki tenaga kerja antara 20 dan 99 orang.
    4. Industri skala besar
    Ini adalah industri yang sangat besar dengan lebih dari 100 karyawan.

E. Berdasarkan pilihan lokasi industri

Berdasarkan pemilihan lokasinya, industri tersebut dikelompokkan sebagai berikut:

1. Industri yang berorientasi pasar

Industri didirikan berdasarkan lokasi konsumen potensial. Jika calon konsumen di tempat ini semakin besar, maka akan berdampak baik bagi penjualan atau pasar. Oleh karena itu industri akan mengorientasikan dirinya atau berkonsentrasi pada pasar.

2. Industri yang berorientasi pada tenaga kerja

Industri seperti ini biasanya berada di tengah-tengah permukiman karena jenis industri ini membutuhkan banyak pekerjaan agar kegiatan atau kegiatan operasionalnya lebih efektif dan efisien.

3. Industri berorientasi suplai

Lokasi industri dekat dengan bahan baku yang dibutuhkan untuk suatu proses produksi. Alasannya, biaya pengangkutan dapat dihemat jika lebih dekat dengan lokasi bahan baku untuk produksi.

F. Berdasarkan produktivitas individu

Berdasarkan produktivitas individu, klasifikasi industri meliputi:

1. Industri primer

Merupakan industri yang barang produksinya tidak diolah secara langsung, sehingga dalam industri ini barangnya tidak diolah terlebih dahulu. seperti pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan dan lain-lain.

2. Industri sekunder

Merupakan industri yang mengolah bahan mentah menjadi produk setengah jadi sehingga dapat diolah kembali. Misalnya benang sutra yang bisa diolah menjadi kain sutra.

3. Industri tersier

Merupakan industri yang produknya berupa jasa yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. seperti asuransi, transportasi, ekspedisi, perawatan dan lain-lain.

G. Industri Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19 / M / I / 1986

1. Industri kimia dasar

Ini adalah industri yang membuat produk dengan sifat kimiawi seperti pupuk, semen, obat-obatan, dll.

2. Industri logam dasar dan mesin elektronik

Ini adalah industri yang berurusan dengan pemrosesan logam mentah menjadi logam jadi yang biasa digunakan. Misalnya pesawat terbang, kendaraan bermotor, televisi, komputer, dan lain-lain.

3. Industri kecil

Ini adalah industri dengan jumlah pekerja yang sedikit, seperti industri rumah tangga, barang-barang yang dihasilkannya seperti peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, dan lain-lain.

4. Industri yang berbeda

Merupakan industri yang dapat menghasilkan berbagai macam barang sehari-hari, seperti industri sandang, makanan dan minuman, minyak nabati, sabun, dan lain-lain.

5. Industri pariwisata

Merupakan industri yang dapat menghasilkan keuntungan dari kegiatan atau kegiatan pariwisata seperti wisata alam, seni pertunjukan wisata dan lain-lain.

Contoh industri yang berkembang di Indonesia

Di bawah ini adalah beberapa contoh industri di Indonesia diantaranya sebagai berikut:

1. Industri fashion

Ada banyak industri mode yang berkembang pesat seperti distribusi dan pakaian jadi di Indonesia. Banyak anak muda di industri ini yang terjun ke dalamnya karena fashion berubah dari waktu ke waktu dan selalu ada model terbaru yang berbeda. Industri ini berkembang pesat karena memiliki pasar yang luas dan inovasi-inovasi baru di bidang fashion terus bermunculan.

2. Industri Mabel

Ia juga dikenal sebagai industri furnitur, yang mengolah produk setengah jadi atau bahan baku seperti kayu, rotan dan bahan lainnya menjadi barang jadi dengan nilai jual yang tinggi. Dulu industri Mabel memang menjanjikan, banyak sekali para pebisnis yang berkecimpung di industri ini dalam berbisnis. Barang-barang yang dihasilkan tentunya sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari terutama di rumah-rumah pribadi dan perkantoran. Barang-barang yang diproduksi dari industri Mabel antara lain: meja, lemari, kursi, dll.

3. Industri jasa transportasi

Merupakan industri yang menjual jasa dengan memberikan jasa transportasi kepada konsumen agar dapat mencapai tujuannya. Misalnya jasa angkutan kereta api, ojek online, trayek bus, ojek online, dan lain-lain.

Padahal, seperti saat itu, banyak sekali contoh industri yang ada di Indonesia saat ini, seperti pertambangan, ekspedisi, asuransi, tekstil, farmasi, mobil, dan lain-lain.

Sekian, dan terima kasih telah membaca tentang pengertian, manfaat, klasifikasi, dan contoh industri. Semoga apa yang telah diuraikan diatas tentang Industri dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sumber :