pengertian-deuteromycota

Apr 15, 2021 Pendidikan

Pengertian Deuteromycota, Reproduksi, Ciri, Siklus dan Contoh

Definisi Deuteromycota

pengertian-deuteromycota

Deuteromycota adalah jamur yang reproduksi seksualnya belum diketahui. Itulah mengapa Deuteromycota sering disebut sebagai jamur tidak sempurna. Jamur ini mungkin atau mungkin tidak termasuk dalam kelompok Ascomycota karena tidak memiliki ascus, mungkin atau mungkin tidak diklasifikasikan sebagai Basidiomycota karena tidak memiliki basidium. Nama lain Deuteromycota adalah fungi imperfecti, atau jamur tidak sempurna. Mungkin kemudian terungkap dalam proses reproduksi seksual bahwa jamur ini memiliki dua (dua) nama yang terikat pada berbagai tahapan siklus hidupnya. Ada sekitar 25.000 spesies yang telah atau telah diidentifikasi dari Deuteromycota.

Jamur Deuteromycota ini merupakan jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui stadium seksualnya. Selain konidia, jamur Deuteromycota dapat atau dapat berkembang biak secara aseksual melalui pembentukan blastospora (dalam bentuk kecambah) dan artrospora (yaitu pembentukan spora dengan benang hifa).

Dengan demikian, beberapa jenis jamur yang belum diketahui organ kelaminnya dimasukkan ke dalam departemen Deuteromycota. Deutermycota atau disebut juga jamur tidak sempurna (imperfect mushrooms) tidak mengalami reproduksi seksual atau hanya menunjukkan tahap aseksual (anamorph) dari jamur yang bertingkat seksual (teleomorph).

Jamur Deuteromycota ini juga mirip dengan Ascomycota (septanya sederhana). Jadi bisa dikatakan kelompok jamur ini merupakan “keranjang sampah”, tempat sementara bagi Dallam untuk menjemput jenis jamur yang statusnya tidak pasti. Jika metode reproduksi seksual ditemukan untuk penelitian selanjutnya yang dilakukan, maka oleh anggota Deuteromycota, jamur jenis ini juga dapat diklasifikasikan ke dalam divisi Ascomycota atau divisi Basidiomycota.

Misalnya jamur Monilia sitophila (jamur oncom) yang sebelumnya diketahui memiliki reproduksi seksual diklasifikasikan dalam Deuteromycota, namun pada saat itu diketahui reproduksi seksual dihasilkan dari produksi askospora di ascus (peritesium), kemudian dikelompokkan menjadi Ascomycota dan diganti dengan nama Neurospora. sitophila atau Neurospora crassa.

Namun ada juga ahli yang mengklasifikasikan jamur Penicillium dan Aspergillus ini pada Deuteromycotina karena suatu alasan yaitu karena tingkat konidiumnya yang begitu jernih dan familiar, meskipun tingkat seksualnya diketahui atau diketahui.

Struktur jamur Deuteromycota

Jadi struktur jamur Deuteromucota atau biasa disebut jamur tidak sempurna (imperfect mushrooms) memiliki Claosporium, Hyphen, Alternaria, Conidium dan juga Phialophora.

Siklus hidup Deuteromycota

Jamur Deuteromycota ini sebagian besar bersifat saprofit dalam bahan organik yang hidup sebagai parasit pada tumbuhan tingkat tinggi dan juga sebagai penyebab kerusakan pada beberapa tumbuhan yang dibudidayakan. Deuteromycota ini mungkin atau bisa juga menyebabkan penyakit pada manusia, seperti: B. kurap dan panu. Selain itu, mereka juga menyebabkan kayu menjadi lapuk.

Semua jamur yang termasuk dalam divisi buatan ini berkembang biak secara aseksual, yaitu konidia. Bentuk konidia langsung di hifa bebas di ujung konidiosfer. Beberapa jenis kehidupan ada pada dedaunan dan sisa-sisa tumbuhan yang tenggelam di dasar sungai yang arusnya deras.

Beberapa kelompok atau kelompok lain merupakan parasit protozoa dan hewan kecil lainnya dengan berbagai cara. Beberapa spesies ini juga ditemukan di semut dan sarang rayap.

Beberapa jamur parasit pada hewan kecil ini mengembangkan tubuh yang tidak bercabang di tubuh korban dan kemudian perlahan-lahan menyerap nutrisi tersebut hingga korban meninggal. Jamur tersebut kemudian menghasilkan rantai spora yang menempel atau dimakan oleh hewan lain yang kemudian menjadi korban.

Pilihan lainnya adalah menangkap mangsanya dengan hifa yang bisa menembus dengan cara menunggang dan menempelkan diri pada amuba. Salah satu kelompok cendawan tanah dapat menangkap cacing nematoda dengan cara membentuk cincin hifa atau loop hifa.

Ukuran cincin hifa ini juga lebih kecil dari ukuran tubuh nematoda dan runcing di kedua ujungnya. Ketika nematoda memasukkan kepalanya ke dalam cincin hifa, cacing mencoba untuk keluar dengan bergerak ke depan bukan ke belakang, sehingga cacing malah terperangkap dalam kumparan hifa jamur. Jika korban berhasil diborgol, jamur akan membentuk haustoria yang akan tumbuh dan menembus tubuh cacing kemudian mencernanya.

Reproduksi aseksual dan paraseeksual dari Deuteromycota

Reproduksi aseksual ini terjadi melalui pembuatan konidia atau melalui pembuatan hifa khusus, yang disebut konidiofor.
Walaupun tidak mengalami reproduksi seksual, namun rekombinasi genetiknya masih dapat terjadi, sehingga dinamakan parasexuality. Siklus parasexual ini merupakan proses pengiriman materi genetik tanpa pembelahan meiosis, sekaligus mengembangkan struktur seksual.

Karakteristik Deuteromycota

Berikut ini adalah ciri-ciri atau ciri-ciri Deuteromycota, diantaranya sebagai berikut:

  • Multiseluler (dengan banyak sel), tetapi ada berbagai jenis jamur, yang merupakan organisme yang memiliki sel tunggal dan juga membentuk pseudomycelium (pseudo-miselium) dalam kondisi atau situasi lingkungan yang menguntungkan.
    Sebagian besar bersifat mikroskopis (artinya tidak dapat atau tidak dapat dilihat dengan mata telanjang).
  • Dinding sel terdiri dari kitin.
    Pada tipe tertentu, hifa juga diisolasi dengan sel mononuklear, tetapi sel yang dominan berinti banyak.
  • Spora tersebut terbentuk secara vegetatif dan belum diketahui fase kawinnya, sehingga merupakan jamur yang tidak sempurna atau tidak sempurna.
  • Reproduksi ini terjadi melalui pembentukan spora aseksual melalui fragmentasi dan konidium, yang berbentuk uniseluler atau multiseluler. Reproduksi seksual belum diketahui.
  • Banyak dari mereka bersifat parasit atau merusak dan menyebabkan penyakit pada ternak, manusia dan tanaman.
  • Kehidupannya bersifat saprofit dan parasit.
  • Biasanya ia hidup di tempat yang lembab.

Peran dan contoh Deuteromycota

Di bawah ini adalah contoh Deuteromycota, termasuk yang berikut ini:

Peran yang menguntungkan dari Deutoromycota

  • Aspergillus oryzae: Untuk melembutkan adonan roti
  • Aspergillus gingii: digunakan sebagai bahan pembuatan tauco, kecap, sake dan asam oksalat
  • Monilia sitophyla: buat oncom
  • Tolypocladium inflatum: obat yang digunakan untuk menekan respons imun

Peran yang tidak diinginkan dari Deutoromycota

  • Epidermophyton floocosum: penyebab kutu air
  • Bulu bulu melazasia: penyebab panu
  • Altenaria sp. : Parasit pada tanaman kentang
  • Fusarium: menjadikan tanaman tomat sebagai inang
  • Trychophyton tonsurans: penyebab ketombe
  • Tinea versikolor: menyebabkan kutu air pada manusia
  • Trichophyton sp. : Menyebabkan penyakit kulit kurap pada manusia
  • Helminthospora oryzae: sebagai parasit karena dapat merusak kecambah dan
  • menyerang daun dan buah tanaman yang dibudidayakan.
  • Ephidermophyton floocosum: Ini adalah ramuan yang menyebabkan penyakit kutu air
  • Mycrosporum sp. dan Tryghophyton sp. : menyebabkan kurap
  • Sclerothium rolfsie: Menyebabkan pembusukan pada tanaman.
  • Candida ablicans: Menyebabkan infeksi pada vagina.
  • Curvularia sp. : parasit hidup
  • Chaclosporium sp. : Parasit pada buah dan sayur.
  • Trychophyton tonsurans: Menyebabkan ketombe di kepala
  • Fusaarium sp. hidup di tanaman tomat
  • Altenaria sp. : hidup dari tanaman kentang

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Deuteromycota, Ciri, Reproduksi, Siklus, Peran dan Contoh, semoga yang dijelaskan dapat bermanfaat bagi anda.

Sumber :