Meta: 65 persen Gen Z Indonesia tertarik dengan Metaverse

Rate this post

Menurut Meta Indonesia, 65% Gen Z Indonesia tertarik dengan metaverse atau fungsi dunia maya. Data ini berdasarkan survei Populix.

Menurut presentasi Meta Indonesia, Gen Z ingin melihat lebih banyak fitur seperti avatar, augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan non-fungible token (NFT) di Instagram.

Meta: 65 persen Gen Z Indonesia tertarik dengan Metaverse

Meta-65-persen-Gen-Z-Indonesia-tertarik-dengan-Metaverse

Angka tersebut diumumkan oleh Director of Creator Partnerships Meta Indonesia and Southeast Asia, Revie Sylviana.

Baca juga:
Mark Zuckerberg mengungkapkan WhatsApp adalah ladang uang berikutnya, bukan Metaverse?

Ia mengacu pada survei Populix yang dilakukan pada 11-22 November 2022, yang diikuti oleh 2.000 Gen Z berusia 18-25 tahun dari 22 kota di Indonesia.

“Hingga 65 persen Gen Z di Indonesia yang disurvei oleh Populix

mengatakan ingin melihat lebih banyak kemampuan virtual reality (VR) di Instagram,” kata Revie dalam keterangannya, Kamis (12/8/2022).

Ia mengungkapkan bahwa “Kasat Mata” dan “ID Flag” adalah dua filter AR yang paling banyak digunakan oleh Gen Z Indonesia, dengan dua filter ini dibuat oleh developer Indonesia.

Baca juga:
Metaverse membiarkan Meta kalah, untungnya Facebook menahannya

“Gen Z di Indonesia menunjukkan konten yang autentik dan personal dengan memainkan avatar dan filter AR,” lanjutnya.
Didukung oleh GliaStudio

Selain metaverse, Revie juga membahas tren lain yang masih relevan di Instagram di tahun 2023. Poin kedua adalah kuliner dan pariwisata.

Menurutnya, sebagian besar tagar paling populer di Instagram terkait dengan konten

makanan dan perjalanan.

Baca juga:
Pejabat Xbox menyebut Metaverse sebagai game yang dirancang dengan buruk
ID Meta 2022. (adalah)
ID Meta 2022. (adalah)

“Tagar #PesonaIndonesia, #Bali, dan #Kuliner adalah beberapa dari tagar Gen Z yang paling banyak digunakan di Instagram tahun ini, dan 40 persen Gen Z yang disurvei oleh Populix mengatakan mereka aktif menggunakan ketiga tagar tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Gen Z diharapkan lebih banyak menggunakan lagu dan tarian lokal daripada lagu asing di platform video pendek Instagram Reels.

Lagu-lagu seperti Dunia Tipu Tipu oleh Yura Yunita, Ojo Dibandingke oleh Farel Prayoga, Full Senyum Sayang oleh Evan Loss, I Love Mama Mantu oleh Bulan Sutena dan Hati-Hati di Jalan oleh Tulus menjadi lagu favorit Gen Z di Reels tahun ini.

Baca juga:
Alibaba Cloud dan JP Games menghadirkan Metaverse baru

“Satu dari dua Gen Z yang disurvei Populix mengatakan mereka menggunakan lagu Dunia Tipu Tipu milik Yura Yunita saat membuat konten, dan sepertiganya menyukai Ojo dibandingkan dengan Farel Prayoga,” ujarnya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa laporan Tren Gen Z pertama Instagram bertujuan untuk membantu bisnis, pengembang, dan industri digital secara umum.

“Kami berharap Laporan Tren Generasi Z pertama Instagram dapat membantu bisnis, developer, dan industri digital pada umumnya,” kata Revie.

Demikian penjelasan Meta Indonesia atas ketertarikan Gen Z di Indonesia terkait fitur Metaverse.

 

Baca Juga :

https://aduanasn.id
https://jurnal-p2kp.id
https://polrestanjungpinang.id
https://vivovisionplus.id
https://gadgetplus.id
https://rsjdabepura.id
https://rsiaa.co.id
https://archipelagofestival.id