Kategori
Lifestyle

Khawatir Dokter Gadungan? PB IDI Beri Cara Identifikasinya

Sugeng rawuh Bus Bagus di Situs Kami!

Bus Bagus – Baru-baru ini marak kabar penangkapan seorang dokter palsu. Alzizan Aminuddin ditangkap setelah buron selama lebih dari dua tahun. Khawatir Dokter Gadungan? PB IDI Beri Cara Identifikasinya

Dokter gadungan itu sebelumnya bekerja di PSSI Sleman pada musim 2020-2021. Pria tersebut baru-baru ini ditangkap di rumahnya di Cibodas, Tangerang. Gulir terus, oke? Apa Itu Post Holiday Blues, Perasaan Sedih Saat Liburan Usai dan Harus Kembali Bekerja

Dalam konferensi daring, Dr. Mo. Adib Khumaidi, SpOT (Ketua Umum PB IDI) dan Dr. Gregorius Yoga Panji Asmara, S.H., M.H., C.L.A., C.C.D., C.M.C. (Anggota Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota/BHP2A PB IDI) ingin memberikan edukasi kepada masyarakat dan rekan media mengenai pengakuan dan kesadaran terhadap profesi kedokteran.

Dr Dr Mo Adib Khumaidi, SpOT (Ketua Umum PB IDI) menjelaskan, IDI bertekad mempertahankan pelayanan dan kompetensi profesi kedokteran dalam rangka melindungi dan menjamin kesehatan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, PB IDI menganjurkan dan mengajak masyarakat untuk melaporkan kepada Dinas Kesehatan atau IDI apabila ada kontroversi mengenai pekerjaan dokter atau pelayanan kesehatan.

Menyikapi kasus ini, instansi juga perlu berhati-hati dalam merekrut dokter dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria dan persyaratan yang harus dimiliki oleh dokter yang akan berkontribusi pada lembaga tersebut.

Pihak institusi dan masyarakat hendaknya melakukan analisis terhadap beberapa aspek yang terkait dengan profesi kedokteran, antara lain:

1. Diploma (sertifikat profesi): menunjukkan selesainya studi seseorang dari gabungan studi profesi kedokteran dan studi lanjutan. 2. Surat Tanda Registrasi Dokter : sebagai bukti tertulis bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan telah terdaftar. 3. Izin Praktek: sebagai bukti tertulis yang memberi wewenang kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk melakukan praktek.

Selain itu, untuk mencegah munculnya dokter palsu, masyarakat dan instansi perlu melakukan verifikasi data. Verifikasi data yang diperlukan meliputi: Khawatir Dokter Gadungan? PB IDI Beri Cara Identifikasinya

1. KTP (Kartu Tanda Penduduk) 2. PDDikti (https://pddikti.kemdikbud.go.id/) 3. KKI (https://kki.go.id/cekdokter/form – surat keterangan pendaftaran) 4. IDI ( https://idonline.org/) 5. Verifikasi ke IDI cabang setempat 6. Izin Praktek

IDI berkomitmen memerangi keberadaan dokter palsu sebagai tanggung jawab bersama. Kesehatan masyarakat memerlukan peran yang benar-benar aktif dari dokter dan partisipasi luas dari masyarakat. IDI sebagai mitra masyarakat dan bagian integral masyarakat ikut serta dalam melawan keberadaan dokter palsu. Validasi data dan kerja sama dengan fasilitas kesehatan merupakan praktik terbaik dalam memajukan dunia kedokteran olahraga di Indonesia. Ibu hamil meninggal setelah melahirkan, lidah inilah yang patut disalahkan. Seorang wanita Kamerun yang sedang hamil meninggal secara tragis akibat gigitan ular berbisa hanya beberapa jam setelah melahirkan anaknya, menurut penelitian ini. Bus Bagus 12 Februari 2024