galaksi-bima-sakti

Apr 15, 2021 Pendidikan

Pengertian Galaksi Bima Sakti, Sejarah, Teori dan Pergerakan

Pahami Bima Sakti

galaksi-bima-sakti

Galaksi ini merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan bintang dan benda luar angkasa yang tersusun secara tertib. Secara umum, galaksi ini terdiri dari milyaran bintang dengan warna, ukuran, dan sifat yang berbeda. Ada banyak galaksi di alam semesta ini. Salah satu galaksi paling terkenal adalah galaksi tempat Bumi berada, Bima Sakti. Galaksi Bimasakti biasa disebut sebagai “Galaksi Bimasakti”. Bima Sakti adalah galaksi tempat kita tinggal.

Jika kita telah menyebutkan sebelumnya bahwa Bima Sakti adalah galaksi tempat kita tinggal, maka jelaslah bahwa Bima Sakti ini adalah galaksi yang di dalamnya Matahari, 8 planet, beberapa planet katai, asteroid dan benda langit lainnya membentuk suatu sistem yang mengikatnya. ke gravitasi.

Pengertian dan Sifat Galaksi Bima Sakti

Lebih spesifiknya, kita bisa memahami arti Galaksi Bima Sakti dari asal kata tersebut. Can sakti aslinya berasal dari bahasa Yunani Via Lactea yang artinya susu. Ketika kata-kata ini dibawa ke dalam bahasa Inggris, mereka menjadi Bima Sakti. Artinya Bima Sakti adalah galaksi yang berwarna seperti susu. Galaksi ini berbentuk spiral.

Berdasarkan penjelasan di atas maka pengertian Galaksi Bimasakti adalah galaksi yang merupakan tempat tinggal manusia yang terdiri dari matahari dan benda langit lainnya yang diikat secara garvitasi dan berbentuk spiral dengan warna seperti susu.

Sejarah dan teori pembentukan Galaksi Bima Sakti

1. Sejarah pembentukan galaksi

Ketika kita bertanya bagaimana sejarah pembentukan galaksi? maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu bagaimana sejarah alam semesta terbentuk. Dimulai sekitar 600 juta tahun setelah Big Bang, bintang-bintang tua yang padat dan padat terbentuk setelah periode kegelapan yang lama. Bintang-bintang purba ini kemudian membentuk Galaksi Bima Sakti. Susunan bintang-bintang kuno ini terbuat dari nebula hidrogen yang menciptakan era kegelapan. Saat lanskap bintang tua ini muncul, era kegelapan telah berakhir. Faktor utama penyebab terbentuknya bintang purba ini adalah gravitasi.

Bintang-bintang purba ini baru berusia sekitar 10 juta tahun. Kemudian akan ada hypernova yang mengubah kehancuran bintang menjadi debu kabut. Setelah itu, nebula ini membentuk bintang baru dengan ukuran yang lebih kecil. Kemunculan hypernova disebabkan oleh bintang kuno yang jatuh ke dalam gravitasinya sendiri. Namun dalam kasus ini, sesuatu yang unik terjadi. Ketika inti dari bintang tua menyusut karena gravitasinya, hal yang sebaliknya terjadi pada tubuh bintang tua itu. Tubuh bintang tua itu semakin membesar dan siap meledak. Saat bintang tua ini meledak, beberapa bintang baru terbentuk untuk membentuk kumpulan bintang galaksi potensial. Galaksi masa depan ini mendekati satu sama lain dan bergabung menjadi satu galaksi besar. Galaksi Bima Sakti awalnya terbentuk hanya dari beberapa bintang tua. Bitang meledak, membentuk bintang baru. Siklus tersebut berlanjut hingga terbentuk galaksi-galaksi prospektif, yang telah bergabung menjadi galaksi utuh yang dikenal dengan Galaksi Bima Sakti.

Secara sederhana dapat / dapat dijelaskan bahwa pembentukan Bima Sakti membutuhkan paling sedikit 4 tahap. Tahapan ini adalah: tahap pertama dari bintang tua, yang terbentuk dari nebula dalam kegelapan, setelah itu bintang lama meledak dan menciptakan bintang primal baru. Bintang lama baru ini kemudian terbelah dan dipertemukan kembali dalam bentuk galaksi.

2. Teori Hipotesis Fowler

Teori ini merupakan teori yang dikemukakan oleh Fowler ditahun 1957, teori ini juga dikenal dengan sebutan hipotesis Fowler, perlu untuk digarisbawahi bahwa hipotesis ini menjelaskan mengenai pembentukan galaksi secara umum, bukan hanya untuk galaksi bima sakti saja. Fowler ini menjelaskan bahwa 12000 juta tahun yang lalu galaksi masih itu dalam benttuk gas hidrogen dengan ukuran yang sangat besar yang berada diluar angkasa. Hidrogen tersebut terus bergerak dengan gerakan rotasi sehingga berbentuk bulat. Sebab memiliki gaya berat maka ia mengalami kontraksi. Komponen penyusunnya itu mengalami suatu gerakan yang berkisar secara lambat serta mempunyai/memiliki berat jenis yang besar sehingga terbentuklah bintang-bintang. Temperatur bintang-bintang itu semakin menurun setelah berpuluh-puluh ribu tahun. Bentuk bintang itu cebderung tetap seperti halnya matahari. Kejadian ini terjadi pada pusat galaksi, yakni tempat dilahirkannya bintang-bintang baru, baik itu secara perlahan atau juga eksplosif.

Dengan berdasarkan hipotesis tersebut bisa/dapat kita jelaskan bahwa galaksi ini terbentuk dari kumpulan gas hidrogen yang memadat serta membentuk bintang. Bintang itu kemudian pecah, namun tetapi karena terikat dengan gaya gravitasinya ia kemudian kembali dan menyatu serta membentuk galaksi.

Ciri- Ciri dan Karakteristik Galaksi Bima Sakti

Tiap-tiap galaksi tentunya mempunyai ciri-ciri sendiri yang membedakannya dengan Galaksi lain. Nah, begitu juga dengan Galaksi Bima Sakti. Ciri umum yang harus perlu untuk ketahui dari galaksi bima sakti ini ialah ia berbentuk spiral dengan warna susu. Untuk dapat lebih memahaminya maka kita akan melihat dari karakteristiknya.

Karakteristik galaksi Bima Sakti ialah sebagai berikut:

  • Dilihat dari segi bentuknya maka, galaksi Bima Sakti ini berbentuk spiral menyerupai jalan.
  • Dilihat dari kemiripan bentuknya dengan suatu benda, maka dapat disebutkan bahwa galaksi ini memiliki bentuk yang mirip dengan cakram.
  • Dilihat dari segi warna, galaksi ini mempunyai warna yang menyerupai warna susu.
  • Bima sakti ini mempunyai 200 miliar – 400 miliar bintang.
  • Piringan gas bima sakti mempunyai ketebalan 12000 tahun cahaya.
  • Kecepatan rotasi galaksi bima sakti ini ialah 914.000 km/jam.
  • Garis tengah atau juga diameter Galaksi ini kira-kira 100.000 tahun cahaya.
  • Bagian pusat galaksi ini memiliki diameter 3,26 tahun cahaya.
  • Rata-rata garis tengahnya ini diperkirakan mempunyai ketebalan rata-rata 1000 tahun cahaya.
  • Dilihat dari segi usianya, bima Sakti ini memiliki usia 4,5 tahun cahaya lebih tua dari matahari.
  • Galaksi Bima Sakti Memancarkan cahaya yang terang, namun terhalang oleh galaksi lain.

Pergerakan Galaksi Bima Sakti

Sebelum membahas tentang pergerakan galaksi bima sakti, maka perlu untuk ketahui lebih dulu apakah galaksi bergerak? apabila bergerak apa yang diorbitnya? Nah, galaksi ini ternyata mempunyai kelompok. Terdapat beberapa galaksi di dalam tiap-tiap kelompoknya. Begitu juga dengan galaksi bima sakti. Galaksi bima sakti ini juga dikelompokkan dengan galaksi tetangganya. Jumlah tetangga galaksi bima sakti ini ialah 48 galaksi.

Pada tiap-tiap kelompok itu terdapat grup lokal yang terdiri dari beberapa galaksi itu dengan letak berdekatan. Pada grup lokal bimasakti ini terdapat 2 buah galaksi besar, yakni andromeda serta bimasakti sendiri. Sehingga kondisi dari group local ini sangat bergantung pada massa galaksi Bima Sakti serta massa galaksi Andromeda. Pusat massa di dalam grup lokal galaksi ini berada diantara galaksi bima sakti serta galaksi Andromeda. Titik pusat massa ini dikenal dengan istilah barycenter.

Dengan berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh beberapa ahli, ternyata bima sakti ini bergerak mendekati Andromeda dengan gerakan menyamping yang agak serong, sama seperti gerakan Andromeda mendekatinya. Bima sakti serta Andromeda mempunyai massa yang hampir sama sehingga keduanya itu bergerak mengelilingi Barycenter dengan orbit yang berbentuk elips. Hal yang perlu untuk diketahui ialah apabila laju gerakan menyamping itu adalah nol, maka dapat/bisa disimpulkan bahwa kedua galaksi ini salaing mendekati antara satu sama lain dengan bentuk orbit tegak lurus. Galaksi bima sakti ini mempunyai kecepatan rotasi galaksi 914.000 km/jam.

Sumber :